Konsep Dasar Lanjutan

on Sabtu, 12 Oktober 2013
A) Informasi Bagi Manajer
Dalam menjalankan fungsinya, manajer sangat membutuhkan informasi untuk membuat keputusan, mengelola kompleksitas hubungan antara organisasi dan lingkungannya, serta menjadikannya sebagai dasar pengendalian.

Peranan informasi terhadap keputusan manajerial.


Semakin lengkap informasi yang diperoleh manajer, mereka akan semakin memiliki
kepastian dalam mengambil keputusan.

B) Tantangan Manajer
Terdapat tiga tantangan yang saling berhubungan yang dihadapi para manajer ketika
berhubungan dengan perubahan dunia yang sangat cepat, yaitu :
• Perlunya memiliki visi
• Perlunya etika
• Perlunya kepekaan untuk menanggapi keanekaragaman budaya

C) Memasuki Lingkungan Sistem Informasi
Sejumlah alasan rasional dihimpun untuk meyakinkan perlunya segera
mempersiapkan diri memasuki lingkungan SI berbasis TI, antara lain :
• Menjadi partisipan aktif dalam revolusi informasi
• Meningkatkan kualitas SI
• Memperbaiki proses pembuatan keputusan
• Meningkatkan produktivitas
• Kesempatan berkarir lebih besar



D) Siklus Informasi

Pengolahan data termasuk : pencatatan (recording/ capturing), manipulasi data,
klasifikasi, kalkulasi, sorting, merging, summarizing, storing dan retrieving.

E) Kualitas Informasi
Kualitas ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :
• Keakuratan dan teruji kebenarannya
• Kesempurnaan informasi
• Tepat waktu
• Relevansi
• Mudah dan murah

F) Tingkatan Sistem Informasi
Beberapa jenis Sistem Informasi berbasis TI dikembangkan berdasarkan lini menajerial, adapun
tingkatan Sistem Informasi tersebut adalah :
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems – TPS),
merupakan hasil perkembangan dari pembentukan kantor elektronik, dimana
sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasik termasuk untuk pemrosesan
transaksi.
2. SIM, adalah kelengkapan pengelolaan dari proses-proses yang menyediakan
informasi untuk manajer guna mendukung operasi dan pembuatan keputusan
dalam sebuah organisasi.
3. SPK, peningkatan dari SIM dengan penyediaan prosedur khusus dan
pemodelan yang unik yang membantu manajer dalam memperoleh alternatifalternatif.
4. SI e-business, dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan
informasi dari proses bisnis berbasis internet.


G) Perkembangan Sistem Informasi
Sistem Informasi Tradisional
Dioperasikan dan dikelola secara semi-manual.


Sistem Informasi berbasis Komputer


Sistem Informasi berbasis Jaringan Perkantoran


Sistem Informasi Lintas Platform

H) Sistem Informasi sebagai Strategi Perusahaan
Manfaat yang dapat dipetik oleh perusahaan dengan pembangunan Sistem Informasi, antara
lain :
1. Integrasi data dan informasi
2. Sistem pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redudansi data
3. Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan manajerial
4. Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen
5. Meningkatkan citra perusahaan

I) Klasifikasi Sistem Informasi
Klasifikasi yang umum dipakai antara lain didasarkan pada :
• Level organisasi
• Area fungsional
• Dukungan yang diberikan, dan
• Arsitektur Sistem Informasi.

J) Sistem Informasi Menurut Level Organisasi
Dikelompokkan menjadi :
• Sistem Informasi departemen, hanya digunakan dalam sebuah departemen. Misal :
departemen Sumber Daya Manusia yang memiliki sejumlah program/ aplikasi.
• Sistem Informasi perusahaan, sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen
secara bersama. Misal : Sistem Informasi PT mengintegrasikan bagian pengajaran,
keuangan dan kemahasiswaan.
• Sistem Informasi antar organisasi, jenis SI yang menghubungkan dua organisasi atau lebih.
Misal : IBM + Apple + Motorola VS Intel untuk pasar CPU (disebut PowerPC).
Model IOS banyak diimplementasikan dalam perdagangan elektronis (e-
Commerce), sering dikenal dengan istilah B2B.

K) Klasifikasi menurut Aktivitas Manajemen
Menurut Ebert dan Griffin, 2003
1. Sistem Informasi Pengetahuan : SI yang mendukung aktivitas pekerja berpengetahuan. Kategori ini : ES dan OAS
2. Sistem Informasi Operasional : berurusan dengan operasi organisasi sehari-hari. Kategori ini :
TPS, SIM, DSS.
3. Sistem Informasi Manajerial : menunjang kegiatan manajerial. Menyediakan (Turban, McLean
dan Wetherbe, 1999) :
– Ringkasan statistik
– Laporan perkecualian
– Laporan periodis dan ad hoc report
– Analisis perbandingan : kompetitor, kinerja masa lalu, standar industri
– Proyeksi : kas, pangsa pasar, penjualan
– Pendeteksian masalah secara dini
– Keputusan rutin
– Hubungan antar manajer.
4. Sistem Informasi strategis : digunakan untuk menangani masalah strategis dalam organisasi.

L) Klasifikasi menurut Arsitektur Sistem
Dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
• Sistem berbasis mainframe
• Sistem PC tunggal
• Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan

M) Sistem Informasi Geografis – sering disebut dengan Spatial DSS
(Martin, 2002)
GIS adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan
memanipulasi informasi geografis (Aronoff, 1989). Data dapat diakses
penunjukkan ke suatu lokasi dalam peta yang tersaji secara digital.
GIS digunakan untuk menangani data spasial atau data tentang keruangan, pemetaan
tanah dan agrikultural, arkeologi, jaringan listrik dan geologi.
GIS menggunakan konsep layer-lapis. Setiap lapis mewakili satu fitur geografi dalam
area yang sama dan selanjutnya semua lapisan bisa saling ditumpuk untuk
mendapatkan informasi yang lengkap.

N) Sistem ERP (dibicarakan kemudian)
Merupakan aplikasi bisnis terintegrasi dan umumnya dapat dipakai untuk menangani
kebanyakan bisnis.
Memiliki modul seperti pengendalian sediaan, utang dagang, piutang dagang,
perencanaan kebutuhan material hingga penanganan sumber daya manusia.


Anggota Kelompok: - Fahri Febrian (12110515)
                                - Fajar Surya Lesmana (12110575)
                                - Novia Devina (15110065)
                                - Sahid Prasetyo (16110328)
                                - Sandy Pratama Hidayat (16110359)

Kelas                     :4KA26 

Surat Izin Penyelenggaraan Kegiatan

on Selasa, 28 Mei 2013



Karang Taruna 006

Jln. Bumi Pratama III, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur
_________________________________________________________________________________

Curriculum Vitae


Data Pribadi
Nama                           : Sahid Prasetyo
Jenis kelamin               : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir  : Jakarta, 17 Mei 1992
Kewarganegaraan       : Indonesia
Status                          : Single
Agama                         : Islam
Alamat lengkap           : Komplek BHP blok J No 11 RT006/RW006 Dukuh, Kramat Jati
Telepon genggam        :  087881335615
E-mail                          :
sahito1705@gmail.com

Pendidikan
> Formal
1998 - 2004 : SD Santo Markus II
2004 - 2007 : SMP Santo Markus II
2007 - 2010 : SMA Pangudi Luhur II
2010 - 2014 : Universitas Gunadarma, jurusan Sistem Informasi

> NonFormal
2012            : Kursus Oracle

Kemampuan
- Kemampuan computer
- Kemampuan internet

Pengalaman Kerja

Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenarnya. Atas perhatiannya sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

    Jakarta, 26 Mei 2013
          Hormat saya


        Sahid Prasetyo




Berpikir Induktif, Sahid Prasetyo, 3KA26, 16110328

on Jumat, 26 April 2013

GENERALISASI

A. Pengertian
Generalisasi ialah proses pemalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. (Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi (E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai,2009 : 152))

Sahih atau tidak sahihnya simpulan dari generalisasi itu dapat dilihat dari hal-hal berikut.
1) Data itu harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan, makin sahih simpulan yang diperoleh.
2) Data itu harus mewakili keseluruhan. Dari data yang sama itu akan dihasilkan simpulan yang sahih.
3) Pengecualian perlu diperhatikan karena data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.

B. Contoh Paragraf Generalisasi
            Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.                                                              Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.



DAFTAR PUSTAKA


Zaenal arifin, E, S. Amran Tasai. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Presindo


Tugas Analisis dan Perancangan Sistem Informasi

on Sabtu, 16 Maret 2013

Sahid Prasetyo
3KA26
16110328

Klasifikasi Sistem
1) Sistem Deterministik                                                                                                                        
    Sistem deterministik (deterministic system) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat, misalnya sistem komputer. 
2) Sistem Probabilistik              
    Sistem probabilistik (probabilistic system) adalah sistem yang tak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas, misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.
                                                                                                                    
3) Open System   
     Sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.
                                                                                                                                             
4) Closed System                                                                                                                                 
     Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. 

5) Relatively Closed System    
    Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruhpengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu.                                                                              Contoh: Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima masukan yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan memberikan keluaran yang juga telah ditentukan sebelumnya. tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem).
                                                                                                                        
6) Artificial System    
    Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.                                                                                                                       
Contoh :
·                     Sistem AI, yaitu program komputer yang mampu membuat computer seolah-olah            berpikir. 
·                     Sistem robotika. 
·                     Jaringan neutral network.

7) Natural System                                                                                                                               
    Sistem Alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata surya.

8) Manned System   
     Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikut sertaan manusia. Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut :                                                                                                                           
1.       Sistem manusia-manusia. 
o        Sistem yang menitik beratkan hubungan antar manusia. 
2.      Sistem manusia-mesin. 
o        Sistem yang mengikutsertakan mesin untuk suatu tujuan. 
3.      Sistem mesin-mesin.
o        Sistem yang otomatis di mana manusia mempunyai tugas untuk memulai dan  
      mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan juga untuk memonitor  
      sistem. 
o        Mesin berinteraksi dengan mesin untuk melakukan beberapa aktifitas.
      Pengotomatisan ini menjadikan bertambah pentingnya konsep organisasi dimana manusia
      dibebaskan dari tugas-tugas rutin atau tugas-tugas fisik yang berat. 

Referensi:

Bahasa Indonesia, Sahid Prasetyo, 3KA26, 16110328

on Kamis, 29 November 2012

Diksi

A. Pengertian Diksi atau Pilihan Kata
Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata, gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita.

Agar menghasilkan cerita yang menarik, diksi atau pemilihan kata harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan.
  2. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca.
  3. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien.
Contoh paragraf :

1. Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara di sana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari sudah sore. Kamipun pulang tak lama kemudian.

2. Liburan kali ini Aku dan teman-temanku berencana untuk pergi ke pantai. Kami sangat senang ketika hari itu tiba. Begitu sampai disana kami sudah disambut oleh semilir angin yang tak heti-hentinya bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tak mau kalah untuk menyambut kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari di sana. Kami pulang dengan hati senang.

Kedua paragraph diatas memiliki makna yang sama, tetapi dalam pemilihan kata atau diksi, paragraph kedua lebih menarik bagi pembaca karena enak dibaca dan tidak membosankan.

B. Syarat-Syarat Pemilihan Kata
1. Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. Makna denotatif sering disebut makna konseptual. Misalnya, kata makan yang bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunyah dan ditelan.

Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan pada makna konotatif berarti untung atau pukul. Makna konotatif selalu berubah dari zaman ke zaman. Contoh lainnya misalnya kamar kecil dapat bermakna konotatif jamban, sedangkan makna denotative adalah kamar yang kecil.

2. Makna Umum dan Makna Khusus
Kata umum adalah kata yang acuannya lebih luas. Kata khusus adalah kata yang acuannya lebih sempit atau khusus. Misalnya ikan termasuk kata umum, sedangkan kata khusus dari ikan adalah mujair, lele, gurami, gabus, koi. Contoh lainnya misalnya lele dapat menjadi kata umum, jika kata khususnya adalah lele lokal, lele dumbo.

3. Kata Konkrit dan Kata Abstrak
Kata konkrit adalah kata yang acuannya dapat diserap oleh pancaindra. Misalnya meja, rumah, mobil, air, cantik, hangat, wangi, suara. Sedangkan kata abstrak adalah kata yang acuannya sulit diserap oleh pancaindra. Misalnya perdamaian, gagasan. Kegunaan kata astrak untuk mengungkapkan gagasan rumit. Kata abstrak dapat membedakan secara halus antara gagasan yang bersifat teknis dan khusus. Pemakaian kata abstrak yang banyak pada suatu karangan akan menjadikan karangan tersebut tidak jelas dalam menyampikan gagasan penulis.

4. Sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Misalnya kata cermat dan cerdik yang keduanya bersinonim, tetapi keduanya tidaklah sama persis.

5. Kata Ilmiah dan Kata Populer
Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa digunakan oleh kaum pelajar dalam berkomunikasi maupun dalam tulisan-tulisan ilmiah seperti karya tulis ilmiah, laporan ilmiah, skripsi, tesis, desertasi. Selain itu digunakan pada acara-acara resmi. Kata popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat umum.

Berikut adalah contoh dari kata-kata tersebut.

Kata Ilmiah:                             Kata Popular:

Analogi                                    kiasan
Final                                        akhir
Diskriminasi                             perbedaan perlakuan
Prediksi                                   ramalan
Kontradiksi                              pertentangan
Format                                     ukuran
Anarki                                     kekacauan
Biodata                                    biografi singkat
Bibliografi                                daftar pustaka


C. Pembentukkan Kata
Terdapat dua cara dalam pembentukkan kata, yaitu dari luar dan dari dalam bahasa Indonesia. Pembentukkan dari dalam yaitu terbetuknya kata baru dengan dasar kata yang sudah ada, sedangkan dari luar melalui proses serapan.

1. Kesalahan Pembentukkan dan Pemilihan Kata
Pada subbab ini akan disebutkan kesalahan dalam pembentukkan kata, yang sering ditemukkan dalam bahasa lisan maupun tulis.
  1. Penanggalan awalan meng-
  2. Penanggalan awalan ber-
  3. Peluluhan bunyi /c/
  4. Penyengauan kata dasar
  5. Bunyi /s/, /k/, /p/, dan /t/ yang tidak luluh
  6. Awalan ke- yang keliru pemakaian akhiran –ir
  7. Padanan yang tidak serasi
  8. Pemakaian kata depan di, ke, dari, bagi, pada, daripada, dan terhadap
  9. Penggunaan kesimpulan, keputusan, penalaran, dan pemukiman
  10. Penggunaan kata yang hemat
  11. Analogi
  12. Bentuk jamak dalam bahasa Indonesia

2. Definisi
Definisi adalah suatu pernyataan yang menerangkan pengertian suatu hal atau konsep istilah tertentu. Dalam hal membuat definisi hal yang tidak boleh dilakukan adalah mengulang kata yang kita definisikan.

Contoh definisi:

Majas personifikasi adalah kiasan yang menggambarkan binatang, tumbuhan dan benda-benda mati seakan hidup selayaknya manusia, seolah punya maksud, sifat, perasaan dan kegiatan seperti manusia. Definisi terdiri dari:


1. Definisi nominalis
Definisi nominalis adalah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yang lebih umum dimengerti. Biasanya digunakan untuk membuka suatu pembicaraan atau diskusi.

2. Definisi realis
Definisi realis adalah penjelasan tentang isi yang terkandung dalam sebuah istilah, bukan hanya menjelaskan tentang istilah. Defiisi realis terbagi atas : 
  • Definisi esensial, yaitu penjelasan dengan cara menguraikan perbedaan antara penjelasan dengan cara menunjukkan bagian-bagian suatu benda(definisi analitik) dengan penjelasan dengan cara menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas genus dan diferensia(definisi konotatif).
  • Definisi diskriptif, yaitu pejelasan dengan cara menunjukkan sifat-sifat khusus yang menyertai hal tersebut dengan penjelasan dengan cara menyatakan bagaimana suatu hal terjadi.

3. Definisi praktis
Definisi praktis adalah penjelasan tentang suatu hal yang dijelaskan dari segi kegunaan atau tujuan. Definisi praktis terbagi atas tiga macam, yaitu : 
  • Definisi operasional, yaitu penjelasan dengan cara menegaskan langkah-langkah pengujian serta menunjukkan bagaimana hasil yang dapat diamati.
  • Definisi fungsional, yaitu penjelasan sesuatu hal dengan cara menunjukkan kegunaan dan tujuannya.
  • Definisi persuasif, yaitu penjelasan dengan cara merumuskan suatu pernyataan yang dapat mempengaruhi orang lain, bersifat membujuk orang lain.

3. Kata Serapan
Kata serapan adalah kata yang diadopsi dari bahasa asing yang sesuai dari EYD. Kata serapan merupakan bagian perkembangan bahasa Indonesia. Kosa kata bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing. Bahasa-bahasa asing yang diserap kedalam bahasa Indonesia antara lain bahasa Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris dan Tionghoa. Penyerapan kata kedalam bahasa Indonesia meliputi dua unsur, yaitu:

  • Keteraturan bahasa(analogi): dikatakan analogi jika kata tersebut memiliki bunyi yang sesuai antara ejaan dan pelafalannya.
  • Penyimpangan atau ketidakteraturan bahasa(anomali): dikatakan anomali apabila kata tersebut tidak sesuai antara ejaan dan pelafalannya.
4.Analogi
Karena analogi adalah keteraturan bahasa, tentu saja lebih banyak berkaitan dengan kaidah-kaidah bahasa, baik dalam bentuk fonologi, sistem ejaan, atau struktur bahasa. Beberapa kata yang sudah sesuai dengan sistem fonologi, baik melalui proses penyesuaian maupun tidak, misalnya:

Bahasa Indonesia                      Bahasa Aslinya
aksi                                          action(inggris)
bait                                          bait(arab)
boling                                       bowling(inggris)
dansa                                       dance(inggris)
derajat                                     darrajat(arab)
ekologi                                     ecology(inggris)
fajar                                          fajr(arab)
insane                                       insane(arab)

Menurut taraf integrasinya unsur pinjaman dari bahasa asing dapat dibagi dua golongan. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Unsur pertama ini digunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi penulisan dan pengucapannya masih mengikuti aturan bahasa asing. Unsur yang kedua kata pinjaman yang penulisan dan pengucapannya telah disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia.

5. Anomali
Perhatikan kata-kata berikut ini :
Bahasa Indonesia                     Bahasa Aslinya
bank                                        bank(inggris)
intern                                       intern(inggris)
qur’an                                     qur’an(arab)
jum’at                                      jum’at(arab)

Beberapa kata diatas merupakan kata yang mengandung unsur anomali. Bila diamati lafal yang kita keluarkan dari mulut dengan ejaan yang tertera, tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yaitu bank=(nk), jum’at=(’).

Sedangkan kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia secara utuh tanpa mengalami perubahan penulisan memiliki kemungkinan untuk dibaca bagaimana aslinya, sehingga timbul anomali dan fonologi, seperti contoh berikut : 

 Bahasa Indonesia                       Bahasa Aslinya
expose                                       expose
export                                        export
exodus                                       exodus

Kadang-kadang kata tidak hanya satu morfem, ada juga yang terdiri dari dua morfem atau lebih, sehingga penyerapannya dilakukan secara utuh, misalnya : 

Bahasa Indonesia                      Bahasa Aslinya
federalisme                                federalism(inggris)
bilingual                                     bilingual(inggris)
dedikasi                                    dedication(inggris)
edukasi                                     education(inggris)

Contoh penggunaan Diksi dalam kalimat :
- Kami sedang mengerjakan pekerjaan rumah.
- Pedagang kaki lima dilarang berjualan di sepanjang jalan A. Yani.
- Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.